Narasi Perang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Bengkulu

Narasi Perang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Bengkulu

Narasi Perang di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum Bengkulu

Dakwah atau Ceramah atau juga Pengajian merupakan hal yang disukai beberapa kalangan. Karena dengan mendengarkan ceramah kita bisa mendapatkan berbagai ilmu dan pengalaman baru mengenai agama Islam. Dalam ceramah selalu disinggung mengenai hal hal yang dilakukan oleh junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.
Duduk paling depan didalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum di Bengkulu. Seseorang ustad mulai bercerita kalau Rasulullah SAW sempat mengutus Usamah bin Zaid untuk berperang ke daerah Huruqat. Nyatanya masyarakat disana sudah tahu gagasan kehadiran pasukan Islam, jadi mereka juga melarikan diri. Tetapi Usamah temukan seseorang lelaki, serta lelaki itu segera mengatakan dua kalimat syahadat. Sayangnya ia tetaplah dipukul sampai wafat.

mendadak datang seseorang dimuka Kontraktor Kubah Masjid Galvalum yang turut dengarkan. Saat hal tersebut dikisahkan pada Nabi SAW, beliau bersabda, ” Apa yang juga akan kau katakan (di akhirat kelak) pada orang yang sudah mengatakan dua kalimat syahadah “. Usamah menjawab, ” Wahai Rasulullah ia menyebutkannya (kalau ia berislam) karna takut dibunuh “. Rasul menjawab, ” Sudahkah kau robek dadanya sampai kau tahu untuk apa ia menyebutkan hal tersebut, untuk menyelamatkan diri atau hal yang lain. Apa yang kau katakan (di akhirat kelak) pada orang yang sudah mengatakan syahadat “. Beliau selalu mengulanginya sampai Usamah berangan tidak untuk masuk Islam terkecuali sesudah hari itu (karna ketegasan Rasul dalam hal tersebut).
Hadis beda yang seringkali salah dipahami diriwayatkan oleh Imam Bukhari RA serta Imam Muslim RA dari Teman dekat Abdullah bin Umar RA : ” Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan dua kalimat syahadat, membangun shalat, serta membayar zakat, lantas jika mereka sudah melakukan itu terjagalah darah serta harta mereka. ” Dalam mengerti hadis ini terdapat banyak point yang perlu di perhatikan. Pertama, Hadis diatas memakai kata Uqâtil bukanlah kata Aqtul. Ada ketidaksamaan yang begitu jauh saat kita tidak dapat membedakan maksud ke-2 kata itu. Kata Uqâtil dalam bhs Arab bermakna mencurahkan semua kekuatan untuk menghindar musuh yang menyakiti kita, mengenai kata Aqtul bermakna membinasakan musuh (membunuh). Waktu itu orang barusan meninggalkan Kontraktor Kubah Masjid Galvalum karna di panggil sang anak. Tetapi yang beda tetaplah duduk didalam Kontraktor Kubah Masjid Galvalum dengarkan ceramah pak nyai barusan.
Ke-2, kata an-nâas pada Hadis diatas bukanlah bermakna semua manusia pada umumnya. Hal semacam ini dapat dipahami bila kita memperbandingkan dengan Hadis yang beda (Muqaronatul Al-Ahâdis), seperti yang diriwayatkan Imam Nasa’i dalam kitab Sunannya : ” Allah memerintahkanku (Rasul) untuk memerangi orang Musyrik yang mengharamkan kebebasan beragama, memerintahkanku untuk memerangi mereka sampai agama Islam bisa menyebar luas serta tidak ada seseorangpun yang menghambat orang yang lain (dalam memeluk agama), lantas kemudian tiap-tiap manusia bisa memastikan pilihan agamanya semasing “. Hingga mereka begitu suka bila di selenggarakan kembali di Kontraktor Kubah Masjid Galvalum. Dari sini terang kalau perintah perang cuma untuk orang kafir, itupun seandainya mereka membatasi kebebasan beragama. Semoga ke-2 hadis diatas bisa buka langkah berpikir kita untuk lebih mengerti Islam jadi agama sebagai rahmat untuk semua alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *