Kardus Berserakan di Depan Masjid Tanjung Pinang Kepulauan Riau

Kardus Berserakan di Depan Masjid Tanjung Pinang Kepulauan Riau

Kardus Berserakan di Depan Masjid Tanjung Pinang Kepulauan Riau

Di saat manusia menyebar ke bagian-bagian dunia yang berbeda dan menjadi terpisah akibat batas-batas yang dibuat oleh manusia dan berkembang menjadi masyarakat yang beraneka ragam, maka Tuhan membangkitkan nabi-nabi Nya pada tiap bangsa di segenap penjuru dunia di manapun ummat manusia itu hidup. Semenjak manusia mulai menyadari keajaiban ciptaan, dan mempelajari perbedaan antara kebaikan dan kejahatan, serta mulai bertanya tentang akhir arti kehidupannya dan hubungannya dengan kontraktor kubah masjid segala sesuatu – yakni sejak manusia menjadi manusia – Tuhan mulai mengutus rasul-rasul Nya untuk memberi tahu ummat manusia mengenai Penciptanya, mengenalkan mereka dengan tujuan penciptaannya, mengangkat mereka kontraktor kubah masjid dari dosa dan kesalahan, membangkitkan mereka kepada kebajikan yang tertinggi, memberi wahyu kepada mereka cara hidup benar, dan memberikan ilham untuk menemukan kedamaian, serta tujuan dan arti kehidupan dalam hubungan dengan Tuhan.

Segenap nabi-nabi ini, karena mereka mendapat wahyu dari Tuhan yang sama, maka mereka mengajarkan agama yang sama. Intisarinya selalu tetap sama, hanya kontraktor kubah masjid bentuk luar dan rincian hukum hukumnya saja yang berubah untuk memenuhi kebutuhan yang berobah dari bermacam bangsa dan zaman yang berbeda. Meskipun demikian, pada saat itu tak ada sarana yang cukup untuk memelihara risalah dan ajaran dari berbagai Nabi itu sehingga kontraktor kubah masjid tidak berpengaruh, dan lagi-lagi selalu terjadi agama Tuhan itu dilupakan atau tercampur dengan takhayul buatan manusia. Setiap waktu hal ini terjadi, Tuhan membangkitkan Nabi yang lain untuk menghidupkan kembali agama yang benar melalui wahyu yang segar lagi.

Agama yang sejati telah mencapai titik yang lemah dan tidak murni lagi, atau menjadi dilupakan dunia. Kemanusiaan menghadapi krisisnya yang paling buruk. Kebudayaan yang bersangkut paut dengan Mesir, Babylonia, dan Yunani kardus berserakan telah menjadi bagian dari sejarah. Mereka menunggu penelitian dari ahli purbakala yang akan menyelamatkannya dari dilupakan orang. Kekaisaran Romawi terpecah belah, dan merosot menjadi barbarisme di Barat, sedangkan di Timur menjadi pertengkaran teologis yang kekanak-kanakan. Dua kerajaan besar, kontraktor kubah masjid telah terlibat dalam pertarungan yang mengakibatkan kematian keduanya. Aliran pemikiran dari Persia, India, dan China telah tenggelam dalam tidur nyenyak, dan tak membuat apapun yang ada nilainya selama berabad-abad. Air kehidupan telah menjadi mampat dan korup di Timur, begitupun di Barat. Dalam kata-kata Al Qur’an, “Baik daratan maupun lautan telah rusak akibat perbuatan tangan–tangan manusia”. Kontraktor kubah masjid telah kehilangan kemanusiaan dan kekuatan moralnya, serta menjadi senama dengan penyembahan alam dan kebaktian terhadap nenek moyang, yang pertama menjadi penuh mistik dan magis, sedangkan yang belakangan menjadi duniawi dan kolot. Mereka telah merosot menjadi seonggok seremonial dan ritual yang menghancurkan diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *